2026-10-23T09:22:36

Stop Ekspor Gas 2026: ASAKI Sambut, Pasokan Gas Keramik Bisa Pulih

印尼停止出口天然气计划 2026:ASAKI 欢迎,陶瓷业供气有望恢复

Rencana stop ekspor gas yang disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada 22 Oktober 2026 disambut Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) sebagai kebijakan yang sudah lama ditunggu. Pemerintah akan mengevaluasi kontrak ekspor gas dan bisa tidak memperpanjangnya bila kebutuhan dalam negeri belum terpenuhi. Bagi pasar bahan bangunan, kebijakan ini penting karena pasokan gas menentukan produksi keramik dan granit lokal.

Apa yang disampaikan Bahlil?

Menurut CNBC Indonesia, Bahlil, yang juga Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, berbicara saat peresmian pengaliran gas perdana Sumur Jangkrik North East (JNE) #6 dan peningkatan produksi Lapangan Maha di Kalimantan Timur. Ia menyebut pemerintah akan mengevaluasi kontrak ekspor dengan negara yang tidak kooperatif dan dapat tidak mengekspor atau memperpanjang kontrak ke negara tetangga bila kebutuhan domestik belum tercukupi. Ia menggambarkan situasi energi sebagai "survival mode" dan menegaskan prioritas domestik sesuai arahan Presiden Prabowo.

Respons ASAKI terhadap rencana stop ekspor gas

Ketua Umum ASAKI Edy Suyanto, dikutip Bisnis.com, menyebut rencana ini "kebijakan yang telah lama kami tunggu dan harapkan sebagai industri penerima HGBT". Kepastian gas dengan harga kompetitif penting karena produksi keramik memerlukan pembakaran bersuhu tinggi. Menurutnya, industri siap melanjutkan ekspansi, dengan efek berganda ke konstruksi, properti, transportasi, dan bahan baku. "Berikan kami gas, kami ciptakan multiplier effect dan dukung pertumbuhan ekonomi nasional," tegasnya.

Bisnis.com mencatat rencana ini memiliki landasan Permen ESDM No. 6/2016 tentang alokasi, pemanfaatan, dan harga gas bumi, tetapi pelaksanaannya tetap harus memperhatikan ketentuan hukum, kontrak penjualan gas yang berjalan, dan ketersediaan pasokan. ASAKI berharap rencana ini segera diwujudkan dalam kebijakan konkret.

Kondisi pasokan gas industri keramik saat ini

  • Harga gas rata-rata Oktober sekitar US$11/MMBtu, padahal skema HGBT (Kepmen ESDM 281.K/2026) diharapkan US$8–8,5/MMBtu; Warta Ekonomi menyebut selisihnya sekitar 29–37,5%.
  • Alokasi gas HGBT disebut hanya sekitar 73% dari kebutuhan.
  • Utilisasi pabrik rata-rata 75% pada Januari–Agustus 2026 (73% pada 2025), turun di bawah 70% pada Oktober, dan bisa sekitar 60% pada November–Desember.
  • CNBC melaporkan sekitar 1.400 pekerja terdampak: 500 terkena PHK pada Juli dan sekitar 900 dirumahkan.

Kapasitas dan rencana ekspansi

Kapasitas terpasang industri keramik nasional pada 2026 sekitar 686 juta m². Indonesia naik dari produsen ke-7 menjadi ke-5 dunia dan berpotensi menyalip Vietnam. ASAKI mencatat rencana ekspansi sekitar 110 juta m² dengan investasi sekitar Rp12 triliun dan 7.000–7.500 lapangan kerja.

Catatan pengamat: infrastruktur harus siap

Praktisi migas Hadi Ismoyo, dikutip Bisnis.com, mengingatkan bahwa menghentikan ekspor tidak berguna bila penyerap (offtaker) domestik belum siap. Diperlukan terminal regasifikasi, FSRU, pipa transmisi, atau virtual pipeline, dan pembangunan EPCI bisa memakan sekitar tiga tahun. Artinya, dampak ke pasokan pabrik kemungkinan bertahap, bukan seketika.

Apa artinya bagi pembeli keramik?

Selama utilisasi pabrik masih rendah, pasokan beberapa motif dan ukuran keramik bisa terbatas. Kontraktor sebaiknya memesan lebih awal untuk proyek akhir tahun, memastikan stok satu batch warna, dan menyiapkan merek atau ukuran alternatif. Pantau juga kelanjutan kebijakan ini, karena perubahan pasokan gas biasanya memerlukan waktu sebelum berdampak pada stok dan harga di toko bangunan.

Keramik dan granit untuk proyek Anda

homeX adalah platform layanan terpadu bahan bangunan dan furnitur di Indonesia dengan showroom, gudang, dan layanan pengiriman. Kirim kebutuhan keramik, granit, dan lokasi proyek lewat WhatsApp +62 821 1818 998; kami bantu cek ketersediaan dan menyiapkan penawaran.

Tanya Jawab (FAQ)

Apakah ekspor gas sudah resmi dihentikan? Belum. Per 22 Oktober 2026 pemerintah baru menyatakan akan mengevaluasi kontrak ekspor dan dapat tidak memperpanjangnya.

Berapa harga gas yang dibayar industri keramik? Rata-rata sekitar US$11/MMBtu pada Oktober 2026, di atas harapan HGBT US$8–8,5/MMBtu.

Kapan dampaknya terasa? Pengamat menilai butuh kesiapan infrastruktur seperti FSRU dan pipa, yang pembangunannya bisa sekitar tiga tahun.

Stop ekspor gas: artikel dan produk terkait

Artikel terkait:

Produk: lihat katalog bahan bangunan homeX.

Sumber: Bisnis.com — Industri Keramik Sambut Rencana Bahlil Stop Ekspor Gas: Sudah Lama Kami Tunggu (23 Okt 2026); CNBC Indonesia — Bahlil Tegas Mau Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Ini Alasannya (22 Okt 2026); Bisnis.com — RI Berencana Setop Ekspor Gas, Pengamat Ingatkan Kesiapan Offtaker (22 Okt 2026); CNBC Indonesia — Pengusaha Keramik RI Ngadu ke Menperin soal Gas (21 Okt 2026); CNBC Indonesia — 900 Buruh Keramik Terancam PHK, Bos Pengusaha Ungkap Penyebabnya (16 Okt 2026); Warta Ekonomi — Harga Gas Keramik Tembus US$11, Beban Industri Makin Berat (22 Okt 2026).

Tanya Harga via WhatsApp +62 821 1818 998