2026-11-06T09:15:37

Sarmuji–ASAKI: Gas Kompetitif & Perketat Impor Keramik China

印尼部长Sarmuji与ASAKI:竞价天然气并收紧对华瓷砖进口

Setelah audiensi Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) dengan Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji di Jakarta pada 21 Oktober 2026, arah kebijakan jelas: pemerintah memperjuangkan pasokan gas bumi harga kompetitif bagi pabrik keramik dalam negeri dan memperketat masuknya keramik impor, termasuk produk asal China. Bagi pemasok dan eksportir China, ini bukan ulang artikel utilisasi pabrik (#315), melainkan peta kebijakan: HGBT/gas, bea masuk antidumping (BMAD), SNI, dan ruang relaksasi yang sangat selektif.

Poin Penting

Apa yang dikatakan Menperin Sarmuji dan ASAKI

Menurut Industry.co.id dan CNBC Indonesia (21 Oktober 2026), Sarmuji menekankan dua pilar: kepastian suplai gas agar pabrik bisa merencanakan produksi, dan harga gas yang masih kompetitif. ASAKI menambah bahwa meskipun regulasi Kepmen ESDM 281.K/2026 dinilai baik, implementasi pasokan bermasalah sehingga harga efektif Oktober naik ke US$11 per MMBtu—lebih dari 50% di atas kisaran HGBT yang diharapkan.

Kebijakan impor keramik China ASAKI: implikasi untuk eksportir

  • BMAD China 20–25%. Menperin menyebut tarif antidumping yang sudah berlaku untuk keramik China; eksportir harus menghitung landed cost setelah BMAD, bukan hanya harga FOB.
  • SNI dan kebijakan teknis diperketat. Produk yang sudah mampu diproduksi lokal akan dilindungi semaksimal mungkin; pastikan sertifikasi SNI dan dokumen teknis lengkap sebelum shipment.
  • India juga diawasi. Jika KADI menemukan dumping dari India, tarif tambahan bisa menyusul—pasar impor non-China ikut terdampak.
  • Relaksasi sempit. Hanya untuk tipe yang belum diproduksi di RI. Jangan andalkan relaksasi untuk ubin standar massal.
  • Pasar domestik menguat. Utilisasi naik dan ekspansi 110 juta m² 2026–2028 berarti kompetisi lokal makin padat; peluang lebih masuk akal pada mesin, glaze, frit, atau tipe niche yang belum ada di RI.

Langkah praktis sebelum mengekspor ke Indonesia

Petakan HS code dan status BMAD terkini di Kementerian Perdagangan/KADI; siapkan uji SNI; bandingkan harga setelah bea dengan produsen lokal (Arwana, Roman, dll.); dan pertimbangkan investasi atau kemitraan lokal—ASAKI menyebut success story importir yang membangun pabrik di Subang. Ringkasnya, kebijakan impor keramik China ASAKI dan pernyataan Menperin mengarah ke pasar yang lebih protektif bagi produsen lokal. homeX sebagai platform B2B bahan bangunan di Indonesia dapat membantu mitra memahami permintaan proyek, tanpa menjanjikan fasilitas kepabeanan.

kebijakan impor keramik China ASAKI: artikel dan produk terkait

Tanya Jawab (FAQ)

Berapa BMAD keramik China menurut Menperin? Sekitar 20–25%, sebagaimana disampaikan Menperin Sarmuji dan dilaporkan Bloomberg Technoz pada 21 Oktober 2026.

Mengapa harga gas keramik naik ke US$11? ASAKI menyebut gangguan pasokan September–Oktober 2026; harga rata-rata Oktober US$11/MMBtu, padahal kisaran HGBT yang diharapkan US$8–8,5.

Apakah semua keramik impor bisa kena relaksasi? Tidak. Relaksasi hanya untuk jenis yang belum dapat diproduksi di dalam negeri, dan sangat selektif.

Untuk kebutuhan bahan bangunan dan renovasi, hubungi tim homeX melalui WhatsApp +62 821 1818 998, email homex9998@gmail.com, atau halaman kontak.

Sumber: Industry.co.id, Menperin Sarmuji–ASAKI soal gas & impor keramik (21/10/2026, diakses 06/11/2026); CNBC Indonesia, audiensi ASAKI ke Menperin soal gas & Vietnam (21/10/2026, diakses 06/11/2026); Bloomberg Technoz, Menperin evaluasi tarif antidumping keramik (21/10/2026, diakses 06/11/2026)