E-Commerce & Pengadaan Bahan Bangunan 2026: Data dan Tren

E-commerce dan pengadaan bahan bangunan: per 23 Oktober 2026, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menyebut nilai transaksi e-commerce Indonesia 2025 mencapai Rp589,08 triliun (+15,0%) dengan 4,22 miliar transaksi (+30,7%), dan Januari–Juni 2026 Rp374,28 triliun dengan 2,59 miliar transaksi (Kontan, 6 September 2026; dihitung dengan proxy empat pelaku e-commerce terbesar). Untuk FMCG, Compas mencatat Rp88,4 triliun pada semester I 2026 (+29,4% YoY; Homecare +78,3%), dengan Shopee dan ShopTokopedia menguasai 99% (Industry.co.id, 20 Agustus 2026). Kami tidak menemukan data publik yang memisahkan porsi bahan bangunan dalam angka-angka ini; bagian "arti bagi pengadaan bahan bangunan" adalah analisis homeX, bukan data. Beberapa platform B2B juga menawarkan penawaran per BoQ dan Faktur Pajak; fiturnya adalah klaim perusahaan masing-masing.
Data kunci e-commerce Indonesia (per 23 Okt 2026)
| Indikator | Angka | Periode | Catatan | Sumber |
|---|---|---|---|---|
| Nilai transaksi e-commerce RI | 2017 Rp42,2 T; 2018 Rp105,6 T; 2019 Rp205,5 T; 2020 Rp266,3 T; 2021 Rp401,1 T; 2022 Rp476,3 T | 2017–2022 | Lonjakan saat pandemi (2020 +29,6%, 2021 +50,6%) | Kontan |
| Normalisasi lalu menguat kembali | 2023 Rp453,75 T (-4,7%); 2024 Rp512,06 T (+12,9%); 2025 Rp589,08 T (+15,0%) | 2023–2025 | BI: perlambatan 2022–2023 bukan penurunan struktural | Kontan |
| Volume transaksi | 2024 3,23 miliar; 2025 4,22 miliar (+30,7%); Jan–Jun 2026 2,59 miliar transaksi senilai Rp374,28 T | 2024–Jun 2026 | Data dihitung dengan proxy transaksi empat pelaku e-commerce terbesar | Kontan |
| FMCG di e-commerce | Rp88,4 T (+29,4% YoY); Homecare nilai +78,3%, volume +42%; F&B nilai +52,1%; Shopee dan ShopTokopedia 99% | Semester I 2026 | Data Compas via Industry.co.id; FMCG bukan bahan bangunan, hanya indikator perilaku belanja online | Industry.co.id |
| Fitur platform pengadaan B2B (klaim perusahaan) | Contoh Tokban: penawaran dari BoQ/RAB dalam 1×24 jam kerja, satu PT, Faktur Pajak, pembayaran ke rekening PT, foto/video loading dari gudang mitra | Halaman Tokban, Okt 2026 | Klaim sepihak, belum diverifikasi; hanya contoh model, bukan rekomendasi | Tokban |
Data per 23 Oktober 2026 dari sumber yang tertaut; angka bisa direvisi. Angka BI dihitung dengan proxy empat pelaku e-commerce terbesar dan tidak mencakup seluruh transaksi digital. Data FMCG Compas hanya mencakup produk FMCG di marketplace dan bukan bahan bangunan. Kami tidak menemukan data publik yang memisahkan penjualan bahan bangunan di e-commerce. Fitur Tokban adalah klaim perusahaan. Artikel ini informasi umum, bukan nasihat investasi atau pengadaan.
Angka rata-rata per transaksi (hitungan homeX)
Hitungan homeX dari data BI: nilai per transaksi 2024 sekitar Rp158.533 (Rp512,06 T dibagi 3,23 miliar), 2025 sekitar Rp139.592 dan Januari–Juni 2026 sekitar Rp144.510. Artinya e-commerce Indonesia didominasi tiket kecil, sedangkan satu pesanan bahan bangunan untuk proyek biasanya jutaan hingga puluhan juta rupiah. Januari–Juni 2026 setara 63,5% nilai 2025 penuh, tetapi musim Ramadan di kuartal pertama membuat tidak tepat untuk menggandakannya begitu saja.
Arti bagi pengadaan bahan bangunan (analisis homeX, bukan data)
Analisis homeX, bukan data resmi: (1) Kebiasaan belanja online yang tumbuh (volume +30,7% pada 2025) menurunkan hambatan bagi pembeli untuk membandingkan harga produk bangunan secara daring, seperti di Mitra10 dan Depo Bangunan yang menampilkan harga online. (2) Untuk proyek, pembeli B2B biasanya butuh penawaran per BoQ, Faktur Pajak, spesifikasi/SNI dan jadwal kirim, jadi yang menentukan adalah dokumen dan kepastian pasok, bukan hanya harga. (3) Nilai pesanan proyek jauh lebih besar dari rata-rata e-commerce, sehingga negosiasi, termin pembayaran dan inspeksi barang tetap penting. (4) Platform FMCG yang 99% dikuasai dua marketplace tidak otomatis menjadi saluran bahan bangunan; belum ada data publik yang kami temukan untuk hal itu. Semua bagian ini adalah pandangan, bukan prediksi.
Cara membaca data e-commerce dengan hati-hati
Pertama, angka BI memakai proxy empat pelaku terbesar sehingga bukan total pasar. Kedua, FMCG Compas bukan data bahan bangunan; jangan menyimpulkan permintaan material dari sana. Ketiga, klaim fitur platform seperti Tokban belum diverifikasi independen. Keempat, bandingkan harga produk yang sama dan periksa tanggal datanya sebelum membeli.
Tips pembeli
- Kirim BoQ/RAB lengkap (item, ukuran, jumlah, merek, lokasi) agar penawaran bisa dibandingkan.
- Minta Faktur Pajak, spesifikasi dan sertifikat SNI sebelum order proyek.
- Bandingkan harga produk yang sama dan catat tanggal datanya.
- Pastikan biaya kirim, termin pembayaran dan prosedur klaim tertulis.
Minta penawaran transaksi e-commerce indonesia 2026 untuk proyek
homeX membantu membandingkan beberapa merek sekaligus dan menyiapkan penawaran tertulis untuk proyek, renovasi atau stok toko. Kirim kebutuhan (merek, ukuran, jumlah, lokasi) lewat WhatsApp +62 821 1818 998, atau datang ke Showroom homeX: Priskilla Tower Lt. 6, Jl. Atang Sanjaya No.21, Benda, Kota Tangerang, Banten 15125.
Disclaimer: harga dapat berubah sewaktu-waktu dan berbeda antar toko, kota, kemasan, grade dan promo. Data per 23 Oktober 2026; selalu konfirmasi ke penjual sebelum membeli.
Tanya Jawab (FAQ)
Berapa nilai transaksi e-commerce Indonesia 2025? Rp589,08 triliun (+15,0%) dengan 4,22 miliar transaksi, menurut BI yang dikutip Kontan pada 6 September 2026.
Berapa transaksi e-commerce Januari–Juni 2026? Rp374,28 triliun dengan 2,59 miliar transaksi menurut BI.
Apakah ada data penjualan bahan bangunan di e-commerce? Kami tidak menemukan data publik yang memisahkan bahan bangunan; data FMCG Compas bukan bahan bangunan.
Transaksi e-commerce indonesia 2026: artikel dan produk terkait
Artikel terkait:
- Model pasok B2B bahan bangunan
- Investasi China & kawasan industri
- Industri semen 2026
- Pabrik besi beton & baja
Produk terkait di homeX:
Sumber harga (dicek 23 Oktober 2026): Kontan — Transaksi e-commerce RI melejit saat pandemi, terus tumbuh hingga kini (6 Sep 2026); Industry.co.id — Pasar FMCG e-commerce Indonesia tembus Rp88,4 T di semester I 2026 (20 Agu 2026); Tokban — Tokban: pengadaan bahan bangunan (klaim perusahaan).