Semen Langka di Bima dan Lombok: Harga Rp72–85 Ribu per Sak

Semen langka kini dirasakan di Nusa Tenggara Barat. Inspeksi mendadak Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bima pada Senin, 2 November 2026, menemukan beberapa merek semen terbatas bahkan kosong di toko, dengan harga eceran naik ke kisaran Rp72.000–85.000 per sak. Sebulan sebelumnya, Lombok Barat sudah melaporkan harga hingga Rp80.000–87.000 per sak. Bagi pemilik rumah dan kontraktor di NTB, ini berarti jadwal pengecoran dan anggaran perlu disiapkan lebih hati-hati.
Poin Penting
- Merek yang dilaporkan sulit didapat di Kota Bima: Tiga Roda, Tonasa, Bosowa dan Conch (2026-11-02, sumber: Diskoperindag Kota Bima, 02/11/2026).
- Di satu toko Bima, Tiga Roda dan Tonasa naik dari sekitar Rp80.000 menjadi Rp85.000 per zak; di toko lain Tiga Roda naik dari Rp61.000–70.000 menjadi sekitar Rp72.000 (2026-11-02, sumber: Diskoperindag Kota Bima, 02/11/2026).
- Pasokan normal satu toko di Bima sekitar 200 zak per hari untuk Tiga Roda dan 200 zak untuk Tonasa, tetapi semen yang datang langsung habis (2026-11-02, sumber: Diskoperindag Kota Bima, 02/11/2026).
- Di Lombok Barat, harga eceran naik ke Rp80.000–87.000 per sak dari sekitar Rp65.000; kelangkaan mulai akhir Juli–awal Agustus 2026 (2026-10-01, sumber: detikBali, 01/10/2026).
Apa yang ditemukan di Kota Bima
Sidak dipimpin Kepala Bidang Perindustrian dan Perdagangan Diskoperindag Kota Bima, H. Sodik, dan menyasar distributor serta toko bangunan. Hasilnya, ketersediaan beberapa merek masih terbatas. Menurut dinas tersebut, masalahnya tidak sepenuhnya karena distribusi berhenti. Di beberapa toko semen tetap datang, tetapi jumlahnya kalah dari permintaan sehingga stok langsung terjual. Toko lain melaporkan pengiriman terlambat, kuota dikurangi, dan beberapa merek kosong.
Harga juga bergerak. Selain kenaikan Tiga Roda dan Tonasa, harga Tonasa di toko lain tercatat Rp75.000–78.000 per zak. Semen Bosowa (ditulis "Bosoa" dalam rilis dinas) sempat dijual Rp65.000–67.000 per zak sebelum stoknya habis. Dinas menekankan harga bisa berbeda antartoko, tergantung harga perolehan, ongkos distribusi dan pasokan yang diterima.
Penyebab: kapal, BBM dan muatan balik
Dari pendataan pelaku usaha pada 30 Oktober 2026, ada beberapa faktor yang diduga memicu kelangkaan di Bima:
- Biaya angkut laut naik karena harga BBM kapal naik.
- Sulit mendapat kapal pengangkut dengan biaya terjangkau.
- Kapal enggan membawa semen ke Bima karena tidak ada muatan balik.
- Pasokan dari pabrik terbatas, dan Mataram juga kekurangan sehingga distribusi sementara diprioritaskan untuk Pulau Lombok.
- Antrean truk di gudang distributor dan sarana angkut yang terbatas.
Lombok Barat sudah merasakannya lebih dulu
Pada 1 Oktober 2026, detikBali melaporkan Kepala Bidang Dagang Dinas Perdagangan Lombok Barat, Lale Widiani, sudah mengecek distributor Tiga Roda, Bosowa dan Tonasa. Menurutnya, kelangkaan mulai akhir Juli hingga awal Agustus dan memburuk pada September. Distributor menyebut pasokan energi produksi, yaitu solar dan batu bara, tersendat. Ia juga menyatakan harga dari distributor ke toko tidak naik; kenaikan terjadi di tingkat pengecer. Para distributor mengatakan kondisi seperti ini tidak terjadi tahun lalu.
Langkah praktis bagi pembeli di NTB
Kelangkaan regional seperti ini paling terasa pada proyek yang butuh volume besar dalam waktu pendek, misalnya pengecoran pelat atau kolom. Beberapa langkah yang masuk akal:
- Hitung kebutuhan semen per tahap pekerjaan, lalu pesan lebih awal dan minta konfirmasi tertulis jumlah serta tanggal kirim.
- Tanyakan beberapa merek yang setara jenisnya (misalnya PCC untuk pekerjaan umum) agar tidak tergantung satu merek.
- Bandingkan harga di beberapa toko, karena data dinas menunjukkan selisih antartoko cukup besar.
- Simpan semen di tempat kering dan beralas, dan pakai stok lama lebih dulu.
- Untuk proyek besar, pertimbangkan beton siap pakai bila tersedia di lokasi.
Pemerintah Kota Bima menyatakan akan terus memantau stok dan harga serta mendorong distributor berkoordinasi mencari solusi distribusi. homeX, platform terpadu bahan bangunan dan furnitur di Indonesia dengan showroom, gudang dan layanan pengiriman, mengikuti perkembangan pasokan seperti ini untuk membantu pelanggan merencanakan pembelian material.
Semen langka: artikel dan produk terkait
- Angkutan semen kereta api 2026
- Kinerja Semen Indonesia 9 bulan 2026
- Harga bahan bangunan Jakarta 2026
- Katalog produk bahan bangunan homeX
Tanya Jawab (FAQ)
Merek semen apa yang langka di Bima? Menurut sidak Diskoperindag Kota Bima 2 November 2026, merek yang sulit didapat antara lain Tiga Roda, Tonasa, Bosowa dan Conch.
Berapa harga semen di Bima awal November 2026? Data dinas menunjukkan kisaran sekitar Rp72.000–85.000 per zak untuk Tiga Roda dan Tonasa, tergantung toko.
Apa penyebab semen langka di NTB? Dinas mencatat kenaikan ongkos kapal akibat harga BBM, sulitnya kapal, tidak ada muatan balik, pasokan pabrik terbatas, dan antrean di gudang distributor. Di Lombok Barat, distributor juga menyebut pasokan solar dan batu bara tersendat.
Untuk kebutuhan bahan bangunan dan renovasi, hubungi tim homeX melalui WhatsApp +62 821 1818 998, email homex9998@gmail.com, atau halaman kontak.
Sumber: Diskoperindag Kota Bima, 02/11/2026; detikBali, 01/10/2026