Konsumsi Baja RI 18 Juta Ton: Krakatau Posco Masih Impor Bijih Besi

Konsumsi baja Indonesia kini sekitar 18 juta ton, tetapi sebagian kebutuhan itu diisi produk dari China, dan produsen dalam negeri mengaku tertekan. Hal ini disampaikan Direktur Komersial PT Krakatau Posco, Haryanto, di Minerba Convex 2026 di Jakarta pada 4 November 2026. Ia juga mengungkap bahwa seluruh bijih besi pabriknya masih diimpor, sehingga biaya bahan baku baja lokal tetap terkait erat dengan harga global dan kurs.
Poin Penting
- Konsumsi baja Indonesia disebut mencapai sekitar 18 juta ton (2026-11-04, sumber: Warta Ekonomi, 04/11/2026, paparan Krakatau Posco di Minerba Convex 2026).
- Krakatau Posco memproduksi sekitar 3 juta ton baja per tahun (2026-11-04, sumber: Warta Ekonomi, 04/11/2026, paparan Krakatau Posco di Minerba Convex 2026).
- Kebutuhan tahunan sekitar 5 juta ton bijih besi (seluruhnya impor) dan 2 juta ton batu bara metalurgi (2026-11-04, sumber: Warta Ekonomi, 04/11/2026, paparan Krakatau Posco di Minerba Convex 2026).
- 30–35% batu bara metalurgi berasal dari Kalimantan Tengah (Lamandau dan Murung Raya) (2026-11-04, sumber: Warta Ekonomi, 04/11/2026, paparan Krakatau Posco di Minerba Convex 2026).
- Kebutuhan feromangan sekitar 30.000 ton per tahun, belum diproduksi di Indonesia (2026-11-04, sumber: Warta Ekonomi, 04/11/2026, paparan Krakatau Posco di Minerba Convex 2026).
Apa yang disampaikan Krakatau Posco
Menurut laporan Warta Ekonomi, Haryanto menyebut pasar baja nasional sebagian dipenuhi produksi sendiri dan sebagian lagi oleh produk China. Ia menggambarkan kondisi industri dalam negeri saat ini sebagai "cukup menderita". Krakatau Posco memproduksi sekitar 3 juta ton baja per tahun, atau kira-kira seperenam dari konsumsi nasional yang disebutnya.
Bahan baku masih bergantung impor
Untuk menghasilkan baja sebanyak itu, pabrik membutuhkan sekitar 5 juta ton bijih besi dan 2 juta ton batu bara metalurgi setiap tahun. Seluruh bijih besi masih diimpor karena industri pengolahan bijih besi di dalam negeri belum berkembang optimal. Haryanto melihat hal ini sebagai peluang bagi perusahaan tambang lokal untuk menggantikan impor.
Untuk batu bara metalurgi, sekitar 30–35% sudah dipasok dari Kalimantan Tengah, khususnya Lamandau dan Murung Raya. Batu kapur diambil dari Rembang, Jawa Tengah, dan Padalarang, Jawa Barat. Pabrik juga membutuhkan sekitar 30.000 ton feromangan per tahun, padahal industri pengolahannya belum ada di Indonesia, meski bijih mangan tersedia di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Kebutuhan akan naik hingga 2030
Haryanto memperkirakan kebutuhan bahan baku industri baja naik sekitar 10–20% pada 2030 dibandingkan saat ini, termasuk karena tambahan pabrik baja di Morowali, Sulawesi Tengah. Ia meminta pemerintah membangun pelabuhan dan jalan di wilayah tambang agar pasokan domestik lebih kompetitif.
Mengapa ini penting bagi pembeli bahan bangunan
Baja adalah bahan dasar banyak produk konstruksi: besi beton, baja ringan, atap gelombang, pipa, dan profil. Jika bijih besi masih diimpor, biaya produksi baja lokal ikut dipengaruhi harga bijih besi dunia, ongkos kapal, dan nilai tukar rupiah. Di saat yang sama, produk impor murah membuat harga di pasar bisa bergerak tidak seragam antara merek lokal dan impor.
Isu ini juga berkaitan dengan kebijakan perdagangan yang sudah berjalan, seperti bea antidumping baja lapis seng dari China dan rencana SNI wajib untuk baja ringan dan atap. Kebijakan tersebut bertujuan melindungi mutu dan industri dalam negeri, tetapi juga dapat memengaruhi pilihan dan harga produk di toko.
Tips membeli produk baja untuk proyek
- Cek tanda SNI dan label pabrik pada besi beton, baja ringan dan atap; jangan hanya membandingkan harga per batang atau per lembar.
- Ukur ketebalan dan berat dengan alat sederhana saat barang tiba, karena produk murah sering lebih tipis.
- Minta harga tertulis dengan masa berlaku: harga baja bisa berubah mengikuti kurs dan bahan baku.
- Rencanakan pembelian per tahap agar tidak menimbun baja terlalu lama di lokasi yang lembap.
homeX adalah platform satu atap bahan bangunan dan furnitur di Indonesia dengan showroom, pergudangan dan layanan pengiriman. Kami membantu kontraktor dan pemilik rumah membandingkan produk baja dan atap serta mengatur pengiriman sesuai jadwal proyek.
konsumsi baja Indonesia: artikel dan produk terkait
- Antidumping baja lapis seng China
- Rencana SNI wajib baja ringan dan atap
- Laba Spindo (ISSP) kuartal III 2026
- Katalog produk bahan bangunan homeX
Tanya Jawab (FAQ)
Berapa konsumsi baja Indonesia saat ini? Menurut Krakatau Posco, sekitar 18 juta ton, sebagian dipasok produk China.
Berapa produksi Krakatau Posco? Sekitar 3 juta ton baja per tahun.
Dari mana bijih besi Krakatau Posco? Seluruhnya masih diimpor; perusahaan membuka peluang bagi pemasok tambang lokal.
Apakah harga besi beton akan naik? Tidak ada angka resmi dalam paparan ini. Karena bahan baku diimpor, harga dipengaruhi harga global dan kurs, jadi minta penawaran tertulis.
Untuk kebutuhan bahan bangunan dan renovasi, hubungi tim homeX melalui WhatsApp +62 821 1818 998, email homex9998@gmail.com, atau halaman kontak.
Sumber: Warta Ekonomi, 04/11/2026, paparan Krakatau Posco di Minerba Convex 2026