2026-10-21T16:47:14

Semen Rendah Emisi dan Baja Hijau Jadi Fokus Pengadaan Kemen PU

低碳水泥和钢材成焦点:印尼公共工程部推动可持续建筑采购

Kementerian PU menegaskan pengadaan berkelanjutan mulai 2026, dengan semen rendah emisi dan baja sebagai material utama yang didorong lewat belanja pemerintah.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi menegaskan komitmen memperkuat penerapan pengadaan barang/jasa berkelanjutan mulai 2026. Komitmen ini disampaikan dalam Regional Dialogue on Green Public Procurement: Advancing Industrial Decarbonization in Asia, yang berlangsung 6–8 Oktober 2026 di Jakarta.

Forum lintas negara

Forum tersebut mempertemukan perwakilan pemerintah, pelaku industri, lembaga internasional, dan mitra pembangunan dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, India, dan Bangladesh. Perwakilan Direktorat Pengadaan Jasa Konstruksi serta Direktorat Keselamatan dan Keberlanjutan Konstruksi hadir sebagai panelis, membahas kebijakan, tantangan implementasi, dan cara memasukkan kriteria keberlanjutan ke dalam pengadaan pekerjaan konstruksi.

Semen dan baja menjadi kunci

Menurut rilis Ditjen Bina Konstruksi, pengadaan pemerintah dipandang strategis untuk mendorong industri beralih ke material konstruksi rendah emisi, terutama semen dan baja. Peserta juga membahas instrumen pendukung seperti e-procurement, ekolabel, Environmental Product Declaration (EPD), dan pengukuran jejak karbon, yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi, memverifikasi, dan melaporkan penerapan pengadaan berkelanjutan. Rangkaian kegiatan termasuk kunjungan ke proyek MRT Jakarta sebagai contoh infrastruktur berkelanjutan.

Apa yang perlu disiapkan pelaku industri

Jika kriteria keberlanjutan semakin banyak masuk ke tender pemerintah, produsen dan pemasok perlu menyiapkan data yang dapat diverifikasi, misalnya dokumen EPD, sertifikat ekolabel, dan informasi jejak karbon produk. Di pasar semen, produk dengan kandungan klinker lebih rendah seperti semen hidraulis atau semen komposit sudah banyak beredar dan dapat menjadi pilihan untuk pekerjaan umum. Kontraktor juga dapat mulai mencatat asal dan spesifikasi material sejak sekarang agar siap ketika persyaratan tersebut menjadi standar.

Bagi pasar secara luas, arah kebijakan ini memberi sinyal bahwa mutu, keamanan, dan dampak lingkungan akan berjalan bersama dalam memilih material bangunan.

Peran homeX

Sebagai platform layanan terpadu bahan bangunan dan furnitur di Indonesia, homeX mengikuti perkembangan ini dari dekat. Dengan showroom, gudang, dan layanan pengiriman di Tangerang, kami berupaya membantu kontraktor, toko bangunan, dan pemilik rumah mendapatkan material yang jelas mutunya, stok yang terpantau, serta pengiriman yang dapat direncanakan.

Tanya Jawab (FAQ)

Alat apa yang dipakai untuk menilai material konstruksi hijau? Peserta forum membahas e-procurement, ekolabel, Environmental Product Declaration (EPD) dan pengukuran jejak karbon untuk mengidentifikasi, memverifikasi dan melaporkan pengadaan berkelanjutan.

Di mana dan kapan forum pengadaan hijau ini digelar? Regional Dialogue on Green Public Procurement di Jakarta pada 6–8 Oktober 2026, dihadiri wakil Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, India dan Bangladesh.

Semen rendah emisi: artikel dan produk terkait

Artikel terkait:

Produk bahan bangunan terkait di homeX:

Sumber: Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PU, 14 Okt 2026

Tanya Harga via WhatsApp +62 821 1818 998