Permintaan Semen Nasional Naik 10,2% di Semester I 2026

Permintaan semen nasional pulih di paruh pertama 2026, naik 10,2% menjadi 29,9 juta ton, namun industri masih bergulat dengan kapasitas yang jauh melebihi kebutuhan.
Industri semen Indonesia mencatat pemulihan permintaan pada paruh pertama 2026. Berdasarkan laporan Kontan, permintaan semen domestik pada semester I 2026 naik 10,2% secara tahunan menjadi 29,9 juta ton, didorong aktivitas konstruksi yang meningkat selama musim kemarau.
Harga jual mulai pulih
Dalam riset tertanggal 9 Oktober 2026, analis Binaartha Sekuritas Eka Rahmawati Rahman menyebut PT Semen Indonesia (SMGR) dua kali menaikkan harga pada semester I 2026. Rata-rata harga jual domestik naik 6,9% dan ekspor naik 15,0%, sementara pangsa pasar domestik SMGR relatif stabil di 46,2%. Untuk semester II, proyek pemerintah seperti Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, Kampung Nelayan, dan jalan tol diperkirakan memberi kontribusi lebih besar. Permintaan di Sumatra disebut lebih kuat, sedangkan Kalimantan masih menghadapi tantangan karena pembangunan IKN melambat.
Masalah struktural: kelebihan kapasitas
Meski penjualan tumbuh, Ketua Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI) Lilik Unggul Raharjo kepada Bisnis.com menjelaskan bahwa kapasitas produksi nasional mencapai sekitar 120 juta ton per tahun. Utilisasi 2025 diperkirakan hanya sekitar 54% dan pada 2026 diproyeksikan naik tipis menjadi sekitar 56%, jauh di bawah kisaran ideal 80%–85%. Kelebihan kapasitas membuat produsen sulit menaikkan harga, sementara biaya energi, listrik, bahan baku, dan logistik terus menekan.
ASPERSSI memperkirakan semen curah akan lebih dipengaruhi proyek infrastruktur dan konstruksi besar, sedangkan semen kantong bergantung pada pembangunan rumah, proyek kecil-menengah, dan renovasi masyarakat selama daya beli terjaga.
Persaingan makin ketat
Kontan juga mencatat bahwa hingga Agustus 2026 volume penjualan dua pemain terbesar tumbuh 6%, sedangkan pemain di luar keduanya tumbuh 17%. Bagi pembeli, kondisi ini berarti pilihan merek semakin beragam. Yang perlu diperhatikan adalah memilih jenis semen yang sesuai pekerjaan dan memastikan produk memiliki SNI.
Peran homeX
Sebagai platform layanan terpadu bahan bangunan dan furnitur di Indonesia, homeX mengikuti perkembangan ini dari dekat. Dengan showroom, gudang, dan layanan pengiriman di Tangerang, kami berupaya membantu kontraktor, toko bangunan, dan pemilik rumah mendapatkan material yang jelas mutunya, stok yang terpantau, serta pengiriman yang dapat direncanakan.
Tanya Jawab (FAQ)
Berapa kapasitas dan utilisasi pabrik semen Indonesia? Menurut ASPERSSI, kapasitas nasional sekitar 120 juta ton per tahun dengan utilisasi hanya sekitar 54% pada 2025 dan diperkirakan 56% pada 2026, jauh di bawah ideal 80–85%.
Apakah harga semen naik di 2026? Semen Indonesia (SMGR) menaikkan harga dua kali di semester I 2026; harga jual domestik rata-rata naik 6,9% dan harga ekspor 15,0%.
Permintaan semen nasional: artikel dan produk terkait
Artikel terkait:
- Jenis Semen di Indonesia: Beda OPC, PCC, PPC dan Penggunaan yang Tepat
- Harga Semen per Sak Rp75–85 Ribu, Stok di Bima NTB Kosong 2 Minggu
- Semen Rendah Emisi dan Baja Hijau Jadi Fokus Pengadaan Kemen PU
Produk bahan bangunan terkait di homeX:
Sumber: Bisnis.com, 22 Jul 2026; Kontan via TradingView, Okt 2026; Kontan.co.id