Harga Bahan Bangunan Naik 10–15%, Pengembang Keluhkan Penjualan Lesu

Pengembang di Demak mengeluhkan harga bahan bangunan naik 10–15% tahun ini, sementara rumah yang sudah jadi menumpuk karena penjualan lesu.
Sejumlah pengembang perumahan mengeluhkan penjualan yang lesu di tengah kenaikan harga bahan bangunan. Kompas.com pada 12 Oktober 2026 mewawancarai Yulistyo Ramon Adianto, pemilik PT Bogosari yang mengembangkan beberapa klaster perumahan di Demak, Jawa Tengah.
Stok rumah menumpuk
Ramon menyebut banyak rumah yang sudah dibangun pengembang kini menumpuk karena permintaan menurun, terutama untuk rumah subsidi. Menurutnya, kondisi ini diperparah inflasi bahan bangunan yang ia perkirakan mencapai 10–15% pada setiap jenis material tahun ini. Upah tukang juga naik dalam kisaran yang sama.
Biaya per meter naik
Untuk rumah non-subsidi dengan standar tidak mewah, Ramon mengatakan biaya bangun yang biasanya sekitar Rp3,5 juta per meter persegi kini bisa mencapai Rp4 juta. Material yang naik cukup signifikan antara lain semen, pipa PVC, besi, dan galvalum. Pengembang berada dalam posisi dilematis: menaikkan harga jual saat pasar lesu membuat rumah makin sulit terjual, sedangkan mempertahankan harga akan menggerus margin.
Dalam artikel yang sama, Kompas mengutip Wakil Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Bambang Ekajaya yang menyebut biaya konstruksi sudah naik lebih dari 20%, bahkan di beberapa daerah hingga 50%, salah satunya karena kenaikan harga BBM. Ia juga menyebut indeks inflasi sektor properti mencapai 9,52%, sementara margin pengembang berkisar 10% hingga maksimal 15%.
Strategi menekan biaya
Data BPS menunjukkan IHPB bahan bangunan September 2026 naik 9,63% secara tahunan, sejalan dengan keluhan pengembang. Dalam situasi ini, efisiensi pengadaan menjadi faktor penentu. Beberapa cara yang umum dilakukan antara lain membeli material langsung dari sumber yang lebih dekat ke produsen, menggabungkan pembelian beberapa proyek agar volume lebih besar, memilih produk setara mutu dengan harga lebih efisien, dan merencanakan jadwal pengiriman agar tidak terjadi biaya bongkar muat atau penyimpanan berulang di lokasi proyek.
Peran homeX
Sebagai platform layanan terpadu bahan bangunan dan furnitur di Indonesia, homeX mengikuti perkembangan ini dari dekat. Dengan showroom, gudang, dan layanan pengiriman di Tangerang, kami berupaya membantu kontraktor, toko bangunan, dan pemilik rumah mendapatkan material yang jelas mutunya, stok yang terpantau, serta pengiriman yang dapat direncanakan.
Tanya Jawab (FAQ)
Berapa biaya bangun rumah per meter persegi sekarang? Untuk rumah non-subsidi non-mewah, biaya yang dulu sekitar Rp3,5 juta per m² kini bisa mencapai Rp4 juta, dengan kenaikan menonjol pada semen, pipa PVC, baja dan galvalum.
Seberapa besar kenaikan biaya konstruksi menurut REI? Wakil Ketua REI Bambang Ekajaya menyebut biaya konstruksi naik lebih dari 20%, hingga 50% di beberapa daerah, sementara margin pengembang sekitar 10–15%.
Harga bahan bangunan naik: artikel dan produk terkait
Artikel terkait:
- Harga Bahan Bangunan September 2026: IHPB Konstruksi Naik 9,63%
- Program 3 Juta Rumah Capai 1,79 Juta Unit per Oktober 2026
- KPR Subsidi FLPP Capai 185.333 Unit per 20 Oktober 2026
Produk bahan bangunan terkait di homeX:
Sumber: Kompas.com, 12 Okt 2026