Impor Baja Tembus 7 Juta Ton per Agustus 2026, Dampak ke Besi Beton

Impor baja mencapai 7 juta ton hingga Agustus 2026 dan pemerintah menimbang proteksi; ini bisa memengaruhi harga besi beton dan baja ringan.
Industri baja nasional kembali meminta perlindungan dari derasnya produk impor. Dalam pertemuan antara Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji dan pengurus The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) di Jakarta, Rabu (14/10/2026), terungkap bahwa impor baja hingga Agustus 2026 sudah mencapai sekitar 7 juta ton. Pemerintah pun mempertimbangkan instrumen tarif maupun nontarif. Bagi pembeli besi beton, baja ringan, hollow, dan produk baja lapis untuk proyek bangunan, arah kebijakan ini perlu dipantau karena dapat memengaruhi pasokan dan harga di pasar dalam negeri.
Utilisasi pabrik baja hanya 43–57 persen
Chairman IISIA Willgo Zainar menyebut tingkat utilisasi industri baja nasional masih berkisar 43–57 persen, artinya banyak kapasitas produksi yang belum terpakai. Menurutnya, tekanan impor datang bukan hanya dari Tiongkok tetapi juga dari negara lain, di tengah kelebihan produksi baja dunia yang diperkirakan sekitar 640 juta ton, termasuk sekitar 120 juta ton dari China.
Vice Chairman IISIA Ismail Mandry menambahkan bahwa asosiasi memiliki 189 perusahaan anggota dengan produksi sekitar 18 juta ton per tahun. Sebagai pembanding, impor baja pada 2024–2025 sekitar 8 juta ton per tahun, sedangkan hingga Agustus 2026 saja sudah menyentuh 7 juta ton. IISIA menegaskan tidak anti-impor, tetapi meminta pengendalian terutama untuk produk yang sudah mampu diproduksi di dalam negeri. Asosiasi juga menyoroti pemanfaatan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang baru sekitar 60 persen dari kuota yang diperoleh industri baja.
Sikap pemerintah: proteksi plus daya saing
Menperin Sarmuji menilai baja adalah industri strategis yang memerlukan perlindungan, baik melalui instrumen tarif maupun nontarif. Namun ia menekankan bahwa proteksi saja tidak cukup; industri juga harus meningkatkan efisiensi dan produktivitas agar tangguh menghadapi persaingan global. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin Setia Diarta menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menindaklanjuti isu-isu yang disampaikan asosiasi. Hingga kini belum ada pengumuman tarif baru yang spesifik.
Harga baja global cenderung naik
Di luar negeri, IISIA dalam ringkasan mingguan per 12 Oktober 2026 mencatat pasar baja global sedang dalam tren kenaikan harga akibat biaya produksi tinggi, permintaan yang membaik, dan pasokan yang terbatas. Produsen di Vietnam dan Taiwan menaikkan harga hot-rolled coil (HRC); penawaran Formosa Ha Tinh setara sekitar US$543 per ton CIF Vietnam Selatan. Di Amerika Serikat, Nucor menaikkan harga spot HRC menjadi US$1.230 per ton metrik. Kombinasi harga global yang menguat dan potensi proteksi di dalam negeri berarti ruang untuk baja impor murah kemungkinan makin sempit.
Apa yang perlu dilakukan pembeli besi beton dan baja ringan?
Pertama, susun kebutuhan besi beton, wiremesh, hollow, dan baja ringan per tahap pekerjaan, lalu mintalah penawaran dengan masa berlaku harga yang jelas. Kedua, utamakan produk ber-SNI dan periksa label diameter atau ketebalan, karena produk baja untuk konstruksi menyangkut keselamatan bangunan. Ketiga, untuk proyek berdurasi panjang, pertimbangkan pembelian bertahap yang disepakati sejak awal agar tidak terlalu terpapar fluktuasi harga. Keempat, simpan material baja di tempat kering dan beralas agar tidak cepat berkarat sebelum dipasang.
Peran homeX
Sebagai platform layanan terpadu bahan bangunan dan furnitur di Indonesia, homeX menyediakan showroom untuk melihat produk secara langsung, gudang dengan stok yang terpantau, serta layanan pengiriman dari Tangerang. Kami terus mengembangkan jaringan pergudangan dan pengiriman serta memanfaatkan teknologi digital untuk membantu perencanaan stok, sementara pemasangan di lokasi dikerjakan oleh tukang mitra. Untuk kebutuhan besi beton, hollow, dan baja ringan, tim kami dapat membantu menyusun jadwal pengiriman per tahap proyek sehingga material datang sesuai urutan pekerjaan.
Tanya Jawab (FAQ)
Berapa besar impor baja Indonesia tahun 2026?
Menurut IISIA, impor baja hingga Agustus 2026 sudah sekitar 7 juta ton, mendekati rata-rata tahunan 2024–2025 yang sekitar 8 juta ton.
Apakah sudah ada tarif baru untuk baja impor?
Belum. Pemerintah baru menyatakan mempertimbangkan instrumen tarif dan nontarif, disertai upaya peningkatan daya saing industri.
Apakah harga besi beton pasti naik?
Belum dapat dipastikan. Harga dipengaruhi banyak faktor, namun tren global yang menguat dan wacana proteksi membuat pembeli sebaiknya merencanakan pembelian lebih awal.
Impor baja: artikel dan produk terkait
Artikel terkait:
- Baja Ringan Rangka Atap: Cek SNI 8399:2017, AZ100, Beda BMT & TCT
- Harga Bahan Bangunan September 2026: IHPB Konstruksi Naik 9,63%
- Semen Rendah Emisi dan Baja Hijau Jadi Fokus Pengadaan Kemen PU
Produk bahan bangunan terkait di homeX:
Sumber: ANTARA News, 14 Okt 2026; Bisnis.com, 14 Okt 2026; IISIA Weekly Update #41, 12 Okt 2026