Impor Keramik 2026: Menperin Buka Relaksasi Selektif, Lokal Dijaga

Kebijakan impor keramik tidak akan dibuka lebar. Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji pada 21 Oktober 2026 menyatakan relaksasi hanya mungkin untuk jenis keramik berspesifikasi khusus yang belum diproduksi di Indonesia, sedangkan produk yang sudah dibuat pabrik lokal tetap dilindungi. Bagi kontraktor dan toko bangunan, artinya pasokan keramik umum tetap bertumpu pada produksi dalam negeri.
Impor keramik: relaksasi sangat selektif
Pernyataan itu disampaikan Sarmuji seusai menerima audiensi Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI). Menurut Warta Ekonomi, ia mencontohkan keramik dengan pemakaian tertentu untuk bangunan tertentu yang sama sekali tidak diproduksi di dalam negeri; jenis seperti itu bisa dikaji untuk direlaksasi. Sebaliknya, produk yang mampu dibuat industri domestik akan diproteksi semaksimal mungkin.
Kementerian Perindustrian selama ini memperketat pengendalian impor lewat penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan kebijakan lain. Sarmuji juga mengungkap adanya laporan intimidasi terhadap petugas yang menangani perizinan impor. Ia menegaskan petugas akan dilindungi secara maksimal dan pemerintah akan meminta aparat melakukan penjagaan yang memadai.
Dumping: China sudah dikenai BMAD, India masih diteliti
Soal dugaan dumping, Sarmuji menyebut keramik asal China telah dikenai bea masuk antidumping (BMAD), sedangkan dugaan praktik serupa dari India masih perlu diteliti dan diverifikasi. Pemerintah akan berkoordinasi dengan kementerian terkait agar persaingan tetap adil.
Industri keramik nasional: kapasitas besar, utilisasi tertekan
CNBC Indonesia melaporkan Indonesia kini menjadi produsen keramik terbesar kelima dunia setelah China, India, Brasil, dan Vietnam, naik dari peringkat ketujuh, mengacu pada Ceramic World Review. Ketua Umum ASAKI Edy Suyanto menargetkan posisi keempat tahun depan. Kapasitas terpasang 2026 mencapai 686 juta m², dengan utilisasi naik dari 73% pada 2025 menjadi 75% pada 2026, atau produksi sekitar 510 juta m².
ASAKI juga menyiapkan ekspansi tahap kedua 2026–2028 sebesar 110 juta m² dengan investasi sekitar Rp12 triliun dan penyerapan 7.000–7.500 tenaga kerja baru. Menurut Edy, total pabrik baru periode 2024–2028 sekitar 190 juta m², atau 2,5 kali volume impor, sehingga asosiasi menilai kebutuhan dalam negeri bisa dipenuhi sendiri. Jika program 3 juta rumah pada 2027 terealisasi dengan tipe 36, kebutuhan keramik diperkirakan sekitar 108 juta m² dan utilisasi bisa terdongkrak dari 75% ke 90%.
Masalah gas masih membayangi
Di sisi lain, CNBC Indonesia pada 16 Oktober 2026 melaporkan sekitar 1.400 pekerja keramik terdampak gangguan pasokan gas: sekitar 500 orang terkena PHK pada Juli dan sekitar 900 lainnya dirumahkan. Utilisasi yang rata-rata 75% pada Januari–Agustus turun di bawah 70% pada Oktober dan diperkirakan bisa sekitar 60% pada November–Desember. ASAKI telah melaporkan kondisi ini ke Kemenperin pada pertengahan September.
Dampak bagi pembeli dan proyek
Untuk proyek perumahan dan renovasi, kebijakan ini memberi beberapa sinyal praktis:
- Keramik lantai dan dinding ukuran umum tetap didominasi produksi lokal berlabel SNI.
- Keramik berspesifikasi khusus untuk bangunan tertentu berpeluang lebih mudah didatangkan jika relaksasi benar-benar diterapkan.
- Gangguan gas dapat memengaruhi ketersediaan motif atau ukuran tertentu, sehingga pemesanan proyek sebaiknya direncanakan lebih awal dan dikonfirmasi stoknya.
homeX, platform layanan terpadu bahan bangunan dan furnitur di Indonesia dengan showroom dan gudang di Tangerang, membantu kontraktor dan pemilik rumah mencocokkan kebutuhan material dengan ketersediaan stok. Untuk konsultasi atau penawaran proyek, hubungi WhatsApp +62 821 1818 998 atau Kunjungi Showroom homeX.
Tanya Jawab (FAQ)
Apakah impor keramik akan dibuka lebar? Tidak. Menperin menyebut relaksasi hanya untuk jenis berspesifikasi khusus yang belum diproduksi di dalam negeri; produk lokal tetap diproteksi.
Berapa kapasitas industri keramik nasional 2026? Menurut ASAKI yang dikutip CNBC Indonesia, kapasitas terpasang 686 juta m² dengan utilisasi 75% atau sekitar 510 juta m².
Apakah keramik India dikenai bea antidumping? Belum. Keramik China sudah dikenai BMAD, sedangkan dugaan dumping dari India masih diteliti dan diverifikasi.
impor keramik: artikel dan produk terkait
Artikel terkait:
- Stop ekspor gas 2026 dan pasokan gas keramik
- Harga keramik dan gas industri US$11
- SNI wajib bahan bangunan 2026
Produk terkait di homeX:
Sumber: Warta Ekonomi, 21 Okt 2026 – Menperin buka opsi relaksasi impor keramik; Warta Ekonomi, 22 Okt 2026 – Intimidasi terhadap petugas impor; CNBC Indonesia, 21 Okt 2026 – Produksi keramik RI bisa salip Vietnam; CNBC Indonesia, 16 Okt 2026 – 900 buruh keramik terancam PHK; Kompas.com, 21 Okt 2026 – ASAKI: ekspansi bisa serap 7.500 pekerja