Kinerja Mulia Industrindo: Rugi Rp162,8 M, Tungku Kaca Dibangun Ulang

Kinerja Mulia Industrindo (MLIA) sepanjang Januari–September 2026 berbalik rugi Rp162,77 miliar, dari laba Rp20,90 miliar pada periode yang sama 2025, menurut laporan keuangan interim yang dirangkum The Signal pada 28 Oktober 2026. Laba kotor turun lebih dari separuh karena biaya produksi hampir tidak turun saat pendapatan melemah. Pada saat yang sama, anak usahanya, PT Muliaglass, mulai membangun ulang satu dari tiga tungku kaca lembaran sejak 20 Oktober 2026 untuk menekan biaya gas di tengah pasokan kaca yang melimpah.
Poin Penting
- Pendapatan MLIA sembilan bulan 2026 Rp2,99 triliun (2025: Rp3,07 triliun); rugi bersih Rp162,77 miliar dibanding laba Rp20,90 miliar (2026-10-28, sumber: The Signal, 28/10/2026 (laporan keuangan MLIA)).
- Laba kotor turun dari Rp490,30 miliar menjadi Rp236,23 miliar; beban keuangan naik menjadi Rp57,00 miliar (2026-10-28, sumber: The Signal, 28/10/2026 (laporan keuangan MLIA)).
- Kas dan setara kas turun menjadi Rp218,74 miliar per 30 September 2026 dari Rp508,26 miliar di akhir 2025, sementara belanja aset tetap Rp339,41 miliar (2026-10-28, sumber: The Signal, 28/10/2026 (laporan keuangan MLIA)).
- PT Muliaglass membangun ulang secara bertahap satu dari tiga tungku kaca lembaran mulai 20 Oktober 2026 karena alokasi gas berkurang dan pasokan kaca melimpah (2026-10-21, sumber: IDXChannel, 21/10/2026).
Mengapa kinerja Mulia Industrindo tertekan
Penurunan pendapatan MLIA sebenarnya tipis, sekitar 2,5%. Masalah utamanya ada di margin: beban pokok pendapatan hampir tidak turun, sehingga laba kotor tergerus dari Rp490,30 miliar menjadi Rp236,23 miliar. Setelah beban penjualan, administrasi, dan bunga, perusahaan mencatat rugi sebelum pajak Rp199,01 miliar. Manfaat pajak Rp36,24 miliar memperkecil rugi bersih menjadi Rp162,77 miliar, atau rugi Rp24,61 per saham.
Neraca juga berubah. Persediaan naik menjadi Rp1,28 triliun dari Rp1,13 triliun, utang bank jangka pendek naik menjadi Rp390,34 miliar, dan utang usaha kepada pihak ketiga naik menjadi Rp482,55 miliar. Arus kas operasi turun menjadi Rp75,52 miliar, sedangkan aktivitas investasi menyerap Rp359,00 miliar. Ekuitas turun menjadi Rp5,24 triliun. Anak usaha PT Muliaglass, yang dimiliki 99,99%, tercatat memiliki total aset Rp7,14 triliun.
Tungku kaca lembaran Muliaglass dibangun ulang
Dalam keterbukaan informasi 21 Oktober 2026, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Linda Halim menjelaskan bahwa tungku yang dibangun ulang sudah memasuki tahun terakhir masa operasinya. Berkurangnya alokasi gas membuat harga rata-rata gas naik, sementara pasokan kaca lembaran di pasar melimpah dan persaingan makin ketat. Menurut perusahaan, langkah ini bertujuan menjaga posisi keuangan Muliaglass dan meredakan tekanan jual.
Muliaglass menyatakan tetap mengoperasikan dua tungku lainnya secara optimal dan yakin volume produksinya cukup untuk kebutuhan distributor, prosesor, dan pelanggan lain. Perusahaan memperkirakan dampak arus kas positif penuh mulai 2027, terutama karena porsi gas yang dibeli dengan harga pasar berkurang.
Apa artinya bagi pembeli kaca bangunan
Bagi kontraktor, toko kaca, dan pemilik rumah, kabar ini tidak berarti kaca langka. Perusahaan sendiri menyebut pasar sedang kelebihan pasokan. Namun, biaya gas menjadi faktor penting di industri kaca, sama seperti di industri keramik. Beberapa langkah yang masuk akal:
- Untuk proyek besar, minta penawaran kaca lembaran dan kaca olahan (tempered atau laminated) dari lebih dari satu prosesor.
- Cantumkan ketebalan, ukuran potong, dan jenis kaca secara jelas di permintaan harga agar penawaran bisa dibandingkan.
- Perhatikan rencana SNI wajib untuk kaca pengaman bangunan saat memilih kaca tempered dan laminated.
homeX, platform terpadu bahan bangunan dan furnitur di Indonesia dengan layanan showroom, gudang dan pengiriman, membantu pembeli membandingkan pilihan kaca dan material lain dalam satu permintaan penawaran.
Kinerja Mulia Industrindo: artikel dan produk terkait
- Pabrik kaca di Indonesia: Asahimas dan Muliaglass
- SNI kaca tempered dan laminated segera wajib
- Harga kaca per m² 2026
- Katalog produk bahan bangunan homeX
Tanya Jawab (FAQ)
Berapa rugi Mulia Industrindo hingga September 2026? MLIA mencatat rugi bersih Rp162,77 miliar untuk Januari–September 2026, dengan pendapatan Rp2,99 triliun dan rugi per saham Rp24,61.
Mengapa Muliaglass membangun ulang tungku kaca lembaran? Tungku tersebut sudah di tahun terakhir masa operasinya, alokasi gas berkurang sehingga harga rata-rata gas naik, dan pasokan kaca lembaran di pasar melimpah.
Apakah pasokan kaca lembaran akan berkurang? Muliaglass tetap menjalankan dua tungku lain dan menyatakan produksinya cukup untuk kebutuhan distributor dan prosesor.
Untuk kebutuhan bahan bangunan dan renovasi, hubungi tim homeX melalui WhatsApp +62 821 1818 998, email homex9998@gmail.com, atau halaman kontak.
Sumber: The Signal, 28/10/2026 (laporan keuangan MLIA); IDXChannel, 21/10/2026; EmitenNews, 20/10/2026