ASAKI: Ekspansi Keramik Rp12 T Ditunda karena Shortfall Gas

Rencana ASAKI ekspansi keramik Rp12 triliun gas—tambah kapasitas sekitar 110 juta m² dengan investasi sekitar Rp12 triliun hingga semester I-2028—kembali ke status wait and see setelah shortfall pasokan gas sejak September 2026. Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (ASAKI) Edy Suyanto menyampaikan hal itu pada 16 Oktober 2026; Construction Intelligence Asia merangkumnya 21 Oktober 2026. Sudut ini berbeda dari berita #411 (Sarmuji–ASAKI soal harga gas kompetitif dan impor China): fokusnya penundaan volume ekspansi karena volume gas, bukan hanya tarif.
Poin Penting
- Edy Suyanto (ASAKI, 16/10/2026): rencana tambah ~110 juta m² dengan investasi ~Rp12 T hingga semester I-2028, serap ~7.000–8.000 pekerja (2026-10-16, sumber: CNBC Indonesia, Ekspansi Keramik RI Rp12 T Mandek… (16/10/2026)).
- “Harapan itu pupus di bulan September” karena persoalan pasokan gas; ekspansi sampai 2028 kembali wait and see (2026-10-16, sumber: CNBC Indonesia, Ekspansi Keramik RI Rp12 T Mandek… (16/10/2026)).
- CIA (21/10/2026): produsen bisa hidup dengan harga gas rata-rata ~US$8–8,5/MMBTU, tetapi tidak bisa merencanakan kapasitas tanpa kepastian volume (2026-10-21, sumber: Construction Intelligence Asia, Gas shortfalls have put Indonesia’s 12 trillion rupiah tile expansion on hold (21/10/2026)).
- Fase kedua ASAKI (~120 juta m², investasi Rp12–15 T menuju kapasitas nasional ~850–870 juta m²) juga diragukan (2026-10-21, sumber: Construction Intelligence Asia, Gas shortfalls have put Indonesia’s 12 trillion rupiah tile expansion on hold (21/10/2026)).
- CIA: PHK sementara/dirumahkan di pabrik existing menunjukkan shortfall sudah memotong output sebelum kapasitas baru dibangun (2026-10-21, sumber: Construction Intelligence Asia, Gas shortfalls have put Indonesia’s 12 trillion rupiah tile expansion on hold (21/10/2026)).
ASAKI ekspansi keramik Rp12 triliun gas: apa yang ditunda
Menurut CNBC Indonesia (16 Oktober 2026) dan Construction Intelligence Asia (21 Oktober 2026), ASAKI sempat menyiapkan peningkatan kapasitas sekitar 110 juta meter persegi melalui investasi sekitar Rp12 triliun, bertahap hingga semester I-2028, dengan potensi penyerapan 7.000–8.000 tenaga kerja. Edy Suyanto menyatakan harapan itu “pupus di bulan September” ketika persoalan pasokan gas muncul, dan rencana ekspansi hingga 2028 kembali ke wait and see, selain dampak karyawan yang dirumahkan di pabrik yang sudah beroperasi.
Harga gas vs volume gas
CIA menekankan argumen Suyanto: industri masih bisa berdaya saing pada harga gas average sekitar US$8–8,5 per MMBTU. Yang merusak kelayakan investasi adalah ketidakpastian volume. Feasibility study dapat memasukkan tarif lebih tinggi, tetapi pemberi pinjaman sulit membiayai jalur baru jika pabrik tidak tahu berapa banyak gas yang akan diterima. Under HGBT, keramik berhak gas US$7/MMBTU; sebelumnya ASAKI sempat menyebut pemenuhan di Jawa Barat/Timur jauh di bawah alokasi, dengan surcharge hingga sekitar US$15,4/MMBTU—tetapi narasi Oktober 2026 menempatkan shortfall September sebagai pemicu penundaan ekspansi.
Fase kedua dan dampak bagi pembeli ubin
Selain fase pertama, ASAKI punya rencana lanjutan sekitar 120 juta m² (investasi Rp12–15 triliun) yang dapat membawa kapasitas nasional ke kisaran 850–870 juta m²; rencana ini juga diragukan. Bagi pengembang dan kontraktor, masalah pasokan muncul sebelum 2028: utilisasi target ~80% butuh gas di jalur existing. Jika output domestik kurang, impor dari India/Vietnam/Malaysia (yang sudah naik pada 2025 menurut CIA) siap mengisi celah—dan distributor yang pindah pemasok saat shortfall belum tentu kembali.
Beda sudut dari #411 dan catatan RAB
- Artikel #411 membahas imbauan harga gas kompetitif dan pengetatan impor China; artikel ini tentang penundaan kapasitas Rp12 T akibat shortfall volume sejak September 2026.
- Untuk proyek 2026–2028, siapkan opsi merek/asal ubin dan lead time lebih panjang.
- Pantau pernyataan ASAKI dan alokasi gas industri; angka investasi dapat berubah jika gas pulih.
homeX memantau pasokan bahan bangunan untuk renovasi dan proyek. Artikel ini merangkum laporan pihak ketiga, bukan proyeksi harga jual homeX.
ASAKI ekspansi keramik Rp12 triliun gas: artikel dan produk terkait
- Sarmuji–ASAKI: gas kompetitif & perketat impor keramik China
- Harga keramik & gas industri: rencana ekspansi 110 juta m²
- Laba Arwana (ARNA) dan penjualan keramik
- Harga keramik Luxagress 2026
- Katalog produk bahan bangunan homeX
Tanya Jawab (FAQ)
Mengapa ekspansi keramik Rp12 T ditunda? Menurut Edy Suyanto (ASAKI, 16/10/2026), shortfall pasokan gas sejak September 2026 membuat rencana ekspansi hingga 2028 kembali wait and see.
Berapa kapasitas dan investasi yang tertunda? Sekitar 110 juta m² kapasitas dengan investasi sekitar Rp12 triliun, serta potensi 7.000–8.000 lapangan kerja (CNBC/CIA).
Apakah harga gas atau volume yang jadi masalah utama? CIA merangkum: harga average ~US$8–8,5/MMBTU masih bisa ditanggung; yang menghambat investasi adalah ketidakpastian volume gas.
Untuk kebutuhan bahan bangunan dan renovasi, hubungi tim homeX melalui WhatsApp +62 821 1818 998, email homex9998@gmail.com, atau halaman kontak.
Sumber: Construction Intelligence Asia, Gas shortfalls have put Indonesia’s 12 trillion rupiah tile expansion on hold (21/10/2026); CNBC Indonesia, Ekspansi Keramik RI Rp12 T Mandek… (16/10/2026)