KUR Perumahan Rp27,74 T, Pedagang Bahan Bangunan Terima Rp2,94 T

Penyaluran KUR perumahan mencapai Rp27,74 triliun per 18 Oktober 2026, dan Rp2,94 triliun di antaranya mengalir ke pedagang bahan bangunan.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mempercepat penyaluran KUR Perumahan dan KPR Subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjelang akhir tahun anggaran 2026. Hal ini dibahas dalam rapat koordinasi evaluasi yang dipimpin Menteri PKP Maruarar Sirait, sebagaimana dirilis kementerian pada 19 Oktober 2026.
Realisasi FLPP
Berdasarkan data BP Tapera per 19 Oktober 2026, KPR Subsidi FLPP telah mencapai 184.342 unit atau 52,67% dari target 350.000 unit tahun ini, terdiri atas 184.318 unit rumah tapak dan 24 unit rumah susun. Realisasi bulan Oktober hingga tanggal 19 sudah 19.334 unit, melampaui seluruh realisasi Oktober 2025 sebanyak 14.746 unit. BP Tapera juga mencatat potensi permintaan 39.830 unit yang sedang dalam proses dan stok rumah subsidi 28.208 unit.
Kredit Program Perumahan
Periode 1 Januari hingga 18 Oktober 2026, Kredit Program Perumahan tersalur Rp27,74 triliun kepada 115.897 debitur, setara 68,21% dari target Rp40,67 triliun. Dari sisi permintaan, penyaluran Rp18,28 triliun mencakup renovasi rumah Rp13,55 triliun untuk 91.824 debitur, pembelian rumah Rp2,82 triliun, dan pembangunan rumah untuk usaha Rp1,19 triliun.
Dari sisi penyediaan, pembiayaan mencapai Rp9,46 triliun kepada 3.883 debitur, terdiri atas pengembang Rp5,47 triliun, pedagang bahan bangunan Rp2,94 triliun, dan penyedia jasa konstruksi Rp1,06 triliun.
Mengapa penting bagi toko bangunan
Angka Rp2,94 triliun untuk pedagang bahan bangunan menunjukkan bahwa toko dan distributor material merupakan bagian resmi dari ekosistem pembiayaan perumahan. Modal kerja tambahan dapat dipakai untuk memperkuat stok menjelang lonjakan permintaan. Sementara itu, besarnya kredit renovasi (Rp13,55 triliun) menandakan pasar perbaikan rumah yang aktif, dengan kebutuhan atap, keramik, cat, dan sanitasi. Menteri PKP juga menyebut agenda gentengisasi akan berjalan seiring program bedah rumah dan rumah subsidi, dengan melibatkan UMKM serta produsen dan pemasok bahan bangunan.
Peran homeX
Sebagai platform layanan terpadu bahan bangunan dan furnitur di Indonesia, homeX mengikuti perkembangan ini dari dekat. Dengan showroom, gudang, dan layanan pengiriman di Tangerang, kami berupaya membantu kontraktor, toko bangunan, dan pemilik rumah mendapatkan material yang jelas mutunya, stok yang terpantau, serta pengiriman yang dapat direncanakan.
Tanya Jawab (FAQ)
Untuk apa saja KUR perumahan disalurkan? Dari sisi permintaan Rp18,28 triliun, termasuk Rp13,55 triliun untuk renovasi rumah bagi 91.824 debitur; dari sisi pasokan Rp9,46 triliun, termasuk Rp5,47 triliun untuk pengembang.
Bagaimana capaian KPR FLPP per 19 Oktober 2026? Data BP Tapera mencatat 184.342 unit atau 52,67% dari target 350.000; penyaluran Oktober hingga tanggal 19 sudah 19.334 unit, melampaui seluruh Oktober 2025.
KUR perumahan: artikel dan produk terkait
Artikel terkait:
- Program 3 Juta Rumah Capai 1,79 Juta Unit per Oktober 2026
- KPR Subsidi FLPP Capai 185.333 Unit per 20 Oktober 2026
- Harga Bahan Bangunan Naik 10–15%, Pengembang Keluhkan Penjualan Lesu
Produk bahan bangunan terkait di homeX:
Sumber: Kementerian PKP, 19 Okt 2026