BI-Rate 5,75%, LTV 100% hingga 2027 & Pagu PKP Rp11,77 T

BI-Rate Oktober 2026, LTV/FTV 100% dan anggaran perumahan 2027 menentukan biaya pembiayaan dan arus proyek rumah. Per 23 Oktober 2026: Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia 20–21 Oktober 2026 mempertahankan BI-Rate 5,75% dan Lending Facility 6,50%, serta menaikkan Deposit Facility 25 bps menjadi 5,00%. BI memperpanjang LTV/FTV maksimum 100% untuk rumah tapak, rusun dan ruko/rukan dari 1 Januari hingga 31 Desember 2027 bagi bank yang memenuhi kriteria NPL/NPF. KPR perbankan tumbuh 4,2% YoY menjadi Rp858,3 triliun (Agustus 2026). Komisi V DPR menyetujui pagu Kementerian PKP 2027 Rp11,77 triliun: Rp10,85 triliun (92,23%) untuk program perumahan, dengan BSPS Rp8,67 triliun untuk 315.000 unit.
Fakta kunci pembiayaan dan anggaran perumahan (per 23 Okt 2026)
| Indikator | Angka | Periode | Arti untuk pembeli bahan bangunan | Sumber |
|---|---|---|---|---|
| BI-Rate; Lending Facility; Deposit Facility | 5,75%; 6,50%; 5,00% (naik 25 bps) | RDG 20–21 Okt 2026 | BI-Rate tidak turun; biaya pinjaman proyek tidak otomatis lebih murah | Kompas |
| LTV/FTV kredit properti | Maks 100% (bank yang memenuhi kriteria NPL/NPF) | 1 Jan–31 Des 2027 (sebelumnya sampai 31 Des 2026) | Uang muka longgar berlanjut setahun lagi | Katadata |
| Pertumbuhan KPR perbankan | 4,2% YoY; Rp858,3 T | Agustus 2026 (4,3% bulan sebelumnya) | Pertumbuhan KPR melambat tipis | Kontan |
| Pagu Kementerian PKP 2027 | Rp11,77 T (program perumahan Rp10,85 T = 92,23%) | Disetujui Komisi V, 24 Sep 2026 | Sumber dana program perumahan pemerintah 2027 | Kementerian PKP |
| BSPS (bedah rumah) 2027 | Rp8,67 T; 315.000 unit | Pagu RKA K/L 2027 | Target unit lebih rendah dari 400.000 (2026), sekitar −21,3% | Pantau |
| Kebutuhan anggaran ideal vs pagu | Rp106 T; kekurangan Rp94,23 T | 2027 | Ada kebutuhan yang belum dialokasikan | Kementerian PKP |
| Anggaran PKP 2026 | DIPA Rp10,30 T (406.260 unit) → Rp12,53 T (414.212 unit) dengan ABT Rp2,21 T | Per 19 Agu 2026 | Pagu 2027 sekitar 6,1% di bawah anggaran 2026 setelah ABT dan sekitar 14,3% di atas DIPA awal | ANTARA (PKP) |
| Realisasi FLPP; target bedah rumah 2026 | 459.468 unit (2025–14 Okt 2026); target bedah rumah 400.000 unit (2025: 45.000) | Per 14 Okt 2026 | Permintaan material program 2026 masih berjalan | Kementerian PKP (roadmap) |
| Kredit Program Perumahan | Rp27,37 T; 114.672 debitur (termasuk pengembang, kontraktor, pedagang bahan bangunan, UMKM) | Per 14 Okt 2026 | Ada jalur kredit bagi pedagang bahan bangunan | Kementerian PKP (roadmap) |
| KUR Perumahan | ±Rp50 T; renovasi ±87 ribu rumah, beli/bangun ±18 ribu rumah | 2026 (per 24 Sep) | Renovasi rumah menjadi segmen yang dibiayai | Kementerian PKP |
Data per 23 Oktober 2026 dari sumber yang tertaut; angka dapat direvisi. Persentase dihitung dari angka sumber: 315.000 vs 400.000 unit = −21,3%; Rp11,77 T vs Rp12,53 T = −6,1%; Rp11,77 T vs Rp10,30 T = +14,3%. Siaran pers BI tidak dapat diakses dari jaringan kami sehingga angka BI dirujuk lewat Kompas, Antara dan CNBC. Artikel ini informasi umum, bukan nasihat keuangan.
Pembiayaan: bunga tetap, uang muka tetap longgar
BI menahan BI-Rate di 5,75% dan menaikkan Deposit Facility, sehingga sinyal penurunan bunga belum ada dari keputusan ini. Di sisi lain, perpanjangan LTV/FTV 100% hingga 31 Desember 2027 menjaga aturan uang muka yang longgar bagi bank yang memenuhi kriteria. KPR yang tumbuh 4,2% YoY menunjukkan permintaan kredit rumah belum kuat. Bagi pembeli bahan bangunan, ini berarti pembiayaan proyek tetap perlu dihitung dengan bunga yang ada; bank dapat menetapkan LTV lebih ketat dari batas maksimum.
Anggaran 2027: target unit turun, kebutuhan belum terpenuhi
Pagu PKP 2027 Rp11,77 T lebih tinggi sekitar 14,3% dari DIPA awal 2026 (Rp10,30 T) tetapi sekitar 6,1% di bawah anggaran 2026 setelah ABT (Rp12,53 T). Target BSPS 2027 315.000 unit lebih rendah sekitar 21,3% dari target 400.000 unit 2026, sedangkan kebutuhan ideal Rp106 T masih menyisakan kekurangan Rp94,23 T. Untuk perencanaan stok dan penawaran, program pemerintah 2026 masih berjalan hingga akhir tahun, sementara volume 2027 bergantung pada tambahan alokasi yang belum diputuskan.
Tips pembeli
- Minta penawaran tertulis dengan masa berlaku harga.
- Jadwalkan pengiriman bertahap sesuai pencairan dana proyek.
- Konfirmasi syarat LTV dan bunga langsung ke bank.
- Pantau pengumuman anggaran dan program sebelum menambah stok.
Minta penawaran bi-rate oktober 2026 untuk proyek
homeX membantu membandingkan beberapa merek sekaligus dan menyiapkan penawaran tertulis untuk proyek, renovasi atau stok toko. Kirim kebutuhan (merek, ukuran, jumlah, lokasi) lewat WhatsApp +62 821 1818 998, atau datang ke Showroom homeX: Priskilla Tower Lt. 6, Jl. Atang Sanjaya No.21, Benda, Kota Tangerang, Banten 15125.
Disclaimer: harga dapat berubah sewaktu-waktu dan berbeda antar toko, kota, kemasan, grade dan promo. Data per 23 Oktober 2026; selalu konfirmasi ke penjual sebelum membeli.
Tanya Jawab (FAQ)
Berapa BI-Rate Oktober 2026? 5,75%, dipertahankan pada RDG 20–21 Oktober 2026; Lending Facility 6,50% dan Deposit Facility 5,00%.
Sampai kapan LTV/FTV 100% berlaku? Diperpanjang untuk 1 Januari–31 Desember 2027 bagi bank yang memenuhi kriteria NPL/NPF.
Berapa pagu Kementerian PKP 2027? Rp11,77 triliun; BSPS Rp8,67 triliun untuk 315.000 unit.
Bi-rate oktober 2026: artikel dan produk terkait
Artikel terkait:
Produk terkait di homeX:
Sumber harga (dicek 23 Oktober 2026): Kompas — BI tahan suku bunga acuan 5,75%; ANTARA — BI-Rate tetap 5,75 persen; CNBC Indonesia — Daftar keputusan RDG Oktober 2026; Katadata — BI perpanjang LTV 100% sampai Desember 2027; Kontan — Perpanjangan LTV properti dan pertumbuhan KPR; Kementerian PKP — Komisi V setujui pagu 2027 (24 Sep 2026); Kementerian PKP (roadmap) — Roadmap 2025–2029 dengan Bappenas (14 Okt 2026); Pantau — Alokasi Rp10,85 T, BSPS terbesar; ANTARA (PKP) — Realisasi anggaran PKP hingga 19 Agustus.